BSSN dan Pemprov NTT Luncurkan NTTPROV-CSIRT

Sebagai bentuk kesiapsiagaan terhadap insiden keamanan siber di pemerintah daerah, BSSN bersama Pemprov NTT membentuk Computer Security Incident Response Team (NTTPROV-CSIRT). Peluncuran NTTPROV-CSIRT atau Tim Tangggap Insiden Keamanan Siber, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dihadiri secara langsung oleh Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian dan Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi. Peluncuran dilakukan di Palacio Ballroom, Hotel Aston, Kupang, pada Rabu, 8 Juni 2022.

CSIRT terdiri atas CSIRT Nasional, CSIRT Sektoral, CSIRT Organisasi, dan CSIRT Khusus. NTTProv-CSIRT termasuk dalam CSIRT Organisasi. NTTPROV-CSIRT adalah organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber dalam sistem aplikasi dan jaringan komputer pemerintahan di Provinsi NTT. NTTPROV-CSIRT terdiri dari unsur pembina, unsur penanggung jawab pada perangkat daerah sebagai pendukung, serta tim inti penanganan dan pemulihan serangan siber yang berada pada Dinas Komunikasi dan Informatika NTT.

NTTPROV-CSIRT merupakan salah satu CSIRT yang masuk dalam proyek prioritas strategis nasional sesuai dengan Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024 yang mengamanatkan pembentukan 131 CSIRT. NTTPROV-CSIRT telah terintegrasi BSSN dengan nomor registrasi 067/CSIRT.01.02/BSSN/04/2022.

Sejak tahun 2020-2021, telah berhasil dibentuk sebanyak 54 CSIRT dengan rincian sebanyak 15 CSIRT pada tahun 2020, dan 39 CSIRT pada tahun 2021. Pada tahun 2022 ini ditargetkan terbentuk 32 CSIRT, salah satunya adalah NTTPROV-CSIRT.

Mengawali sambutannya, Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian mengungkapkan pentingnya
peluncuran NTTPROV-CSIRT yang dilakukan karena kita sekarang berada di era digital/siber.

“Ruang siber bukan ruang hampa. Dia dibangun tiga lapisan, yakni lapisan fisik, lapisan software, dan lapisan sosial,” ujar Hinsa Siburian.

“Launching CSIRT hari ini ada di tahap pertengahan, karena sudah didahului dengan asistensi pembentukan. Ke depan, kita harus melakukan pembinaan dan peningkatan kapabilitas. BSSN mempunyai pusat pelatihan siber, dan secara bergilir kita akan lakukan pelatihan,” ujar Siburian di akhir sambutannya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada BSSN yang telah menetapkan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari RPJMN 2020-2024.

Menggarisbawahi pentingnya keberadaan NTTPROV-CSIRT ini, Wagub Nae Soi mengungkapkan terima kasihnya kepada BSSN yang berkomitmen membangun kekuatan siber dengan meningkatkan kualitas tim tanggap insiden siber di seluruh daerah di wilayah provinsi NTT.

“Saya berharap kerja sama ini menghasilkan respons yang cepat dan profesional terhadap modus dan tren cyber crime di dunia maya saat ini. Saya berharap tim tanggap insiden siber ini terus berkolaborasi, bersinergi dan berbagi informasi dengan seluruh stake-holder terutama dalam melakukan penanggulangan dan pemulihan insiden siber, sehingga bersama provinsi lainnya di Indonesia, respons pemulihan terhadap insiden siber tersebut menghasilkan ruang siber yang aman dan dapat diandalkan guna mewujudkan reformasi birokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di provinsi NTT,” ujar Nae Soi di akhir sambutannya.

Di akhir seremoni peluncuran, dilakukan pertukaran cendera mata, serta penyerahan surat tanda registrasi CSIRT oleh Kepala BSSN kepada Wakil Gubernur NTT.

Setelah seremoni peluncuran, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah BSSN Hasto Prastowo dan perwakilan dari Kanit Subdit Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTT, Regie Saputra.