Menu Close

TP PKK Provinsi NTT Gelar Rakorda: Strategi Mewujudkan NTT Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kupang, 29 Agustus 2025 – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Tim Penggerak PKK Provinsi NTT menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dengan tema “Kolaborasi TP PKK Mewujudkan NTT Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan” di Aula Rumah Jabatan Gubernur. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Ketua TP PKK/TP Posyandu Provinsi NTT, Staf Ahli PKK Provinsi NTT, Para Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT bersama pengurus, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA), Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dan Lembaga Mitra, Pimpinan Organisasi Wanita dan Lembaga Kemasyarakatan, serta sejumlah narasumber dan para undangan lainnya.

Acara dimulai dengan laporan dari ketua panitia oleh Jefry Aryanda yang memaparkan beberapa hal terkait penyelenggaraan kegiatan. Tercatat sejumlah 300 orang menjadi peserta yang terdiri dari pengurus TP PKK Provinsi NTT, ketua, staf ahli, sekretaris, ketua bidang/pokja, serta undangan dari mitra kerja TP PKK.

Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena dalam sambutannya menekankan empat fokus utama yaitu penguatan kelembagaan PKK mulai dari tingkat tertinggi hingga jajaran dibawahnya, fokus pada program prioritas yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan inovasi dan adaptasi seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, serta penguatan kolaborasi dan sinergi program kerja yang berdampak pada program-program PKK.

“Diharapkan kita semuanya memaksimalkan momentum ini untuk saling berdiskusi, bertukar pikiran dan pengalaman agar terwujud strategi yang komprehensif dan aksi nyata yang konkrit untuk mewujudkan PKK yang lebih kuat, mandiri, dan berkontribusi bagi provinsi, bagi kabupaten/kota kita tercinta melalui program kerja” ujarnya.

Selanjutnya, Gubernur Nusa Tenggara Timur yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kosmas D. Lana, juga turut memberikan wejangan dalam kegiatan ini, “PKK berperan penting dan berdedikasi dalam penguatan pendidikan karakter anak di era digital, pencegahan stunting, promosi pola hidup bersih dan sehat (PHBS), penguatan ekonomi keluarga melalui usaha mikro, hingga adaptasi dan mitigasi perubahan iklim”, tegasnya. PKK merupakan motor penggerak dan penggagas utama dalam pembangunan keluarga yang berkualitas dan tangguh, sehingga keberhasilan dari suatu pencapaian akan berawal dari keluarga.

Dalam Rakorda ini, terdapat 3 narasumber yang memaparkan materi, yakni Ketua TP PKK Provinsi NTT, Kepala Kantor Lapangan UNICEF NTT-NTB, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT.

Pokok materi yang disampaikan narasumber pertama, Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena selaku Ketua TP PKK Prov. NTT memfokuskan pada langkah strategis TP PKK yang dilandaskan pada 7 pilar prioritas daerah yang harus disusun dan diimplementasikan untuk mewujudkan NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan melalui keluarga ke masyarakat. Melalui 10 program pokok PKK yang ada, terdapat tiga fokus utama yang akan diprioritaskan untuk masyarakat NTT, yaitu pengurangan angka kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi keluarga, penanganan dan pencegahan stunting melalui gerakan gizi keluarga, serta pencegahan kekerasan seksual pada perempuan dan anak melalui penguatan literasi. “Keluarga sebagai sekolah pertama, seperti apa anak ke depan itu dimulai dari keluarga, maka keluarga harus berdaya dan tangguh” jelasnya. Sehingga, diperlukan kolaborasi bersama seluruh stakeholder untuk mewujudkan apa yang menjadi tujuan bersama.

Selanjutnya pemateri ke-dua yang dibawakan oleh Kepala Kantor Lapangan UNICEF NTT-NTB selaku mitra dari TP PKK Prov. NTT, Yudhistira Yewangoe. Dalam pemaparan mengenai pemenuhan hak dalam siklus hidup anak, Yudhi menyajikan persentase data tentang anak di NTT. Data tersebut menujukkan persentase kemiskinan anak di NTT sekitar 19%, permasalahan stunting mencapai 37% dengan ketahanan pangan yang menjadi masalah besar di NTT dan tingkat imunisasi cakupan rendah. Hal ini menandakan bahwa kondisi faktual NTT masih sangat memerlukan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan akselerasi pembangunan di NTT.

Oleh karena itu, melalui kolaborasi strategis yang dilakukan TP PKK Provinsi NTT bersama UNICEF dapat melahirkan sejumlah program terpadu baik yang telah dan sedang dijalankan ataupun yang rencana aksi mendatang yang akan direalisasikan. Beberapa program kolaborasi tersebut berkaitan dengan permasalahan gizi dan stunting melalui inovasi keluarga (LiLa Keluarga, PAUD Peduli Wasting, dan Kader Posyandu), penanganan kesehatan ibu dan anak (Pelatihan kader PKK, buku KIA, dan peran ayah dalam imunisasi), PAUD HI dimana TP PKK sebagai fasilitator dan anggota gugus tugas di tingkat provinsi, serta kolaborasi terkait air, sanitasi, dan kebersihan (Fasilitator pelatihan PHBS, desain alat cuci tangan ramah anak, dan kampanye rumah tangga). Sedangkan, kolaborasi mendatang yang akan dilakukan berkaitan dengan penanganan gizi, anak tidak sekolah, isu gender dan pengasuhan oleh ayah, serta pengadaan imunisasi dan TBC. TP PKK berperan penting dalam menjangkau akar rumput persoalan Masyarakat NTT untuk memastikan setiap anak dapat memperoleh hak dasar mulai dari kesehatan, pendidikan, dan perlindungan.

Narasumber terakhir yaitu Viktor Manek, selalu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT membawakan materi mengenai penguatan kelembagaan TP PKK dalam mendukung visi pembangunan daerah. Ia menjelaskan bahwa penguatan regulasi, potensi SDM, serta kolaborasi multi-pihak menjadi kunci keberhasilan, termasuk penyelenggarakan program One Village One Product (OVOP) yang tengah digaungkan guna mengangkat produk unggulan lokal dan mendorong industrialisasi pedesaan. Jika PKK dapat difungsikan secara lebih optimal, maka ia akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan NTT maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.

Rakorda yang berlangsung hingga 30 Agustus 2025 ini diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk memperkokoh sinergitas yang dibangun antara PKK dengan pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kolaboratif, TP PKK Provinsi NTT berkomitmen melahirkan program-program nyata yang berdampak langsung bagi keluarga dan masyarakat di seluruh pelosok wilayah NTT.

Penulis         : Evi Cristiana & Mardika Bnani
Penyunting  : Sylvia C. Francis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *