ID / EN

Tour de EnTeTe Etape I Hubungkan Malaka dan Belu, 1.200 Peserta Tempuh 15 Kilometer

Berita Fachri Irgiana Nurhakim 12 dibaca

Etape I Tour de EnTeTe Daratan Timor telah dilaksanakan dengan 1.200an peserta.

KUPANG — Sekitar 1.200 peserta mengikuti kegiatan Tour de EnTeTe 2026 Etape I Daratan Timor dengan rute Kabupaten Malaka menuju Kabupaten Belu, Rabu, 4 November 2026. Kegiatan jalan sehat sejauh 15 kilometer ini dilepas Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Farm., Apt., bersama Bupati Kabupaten Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH. dan Bupati Kabupaten Belu Willybrodus Lay, S.H.. 

Rute perjalanan dimulai dari SDK Nurobo, Desa Metroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, dan berakhir di Kantor Camat Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Kegiatan berlangsung pukul 06.00–09.30 WITA dan melibatkan pelajar, aparatur sipil negara (ASN), komunitas olahraga, atlet, serta masyarakat dari kedua kabupaten.

Jarak 15 kilometer itu bukan hanya soal berpindah dari satu titik ke titik lain. Di sepanjang perjalanan, peserta diajak melihat lebih dekat kehidupan masyarakat, menyambangi sejumlah tempat, sekaligus melakukan aksi sosial. Olahraga menjadi pintu masuk untuk membangun hubungan yang lebih dekat antara pemerintah dan warga.

Berjalan Sambil Menyentuh Kehidupan Masyarakat

Peserta dibagi dalam kelompok yang masing-masing beranggotakan sekitar 100 orang. Sepanjang rute, setiap kelompok melakukan aksi sosial dengan mengunjungi rumah tidak layak huni, sekolah, tempat ibadah, serta sejumlah titik kemasyarakatan yang telah ditentukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Konsep tersebut menjadi salah satu pembeda Tour de EnTeTe dari kegiatan olahraga pada umumnya. Peserta tidak hanya berjalan untuk mencapai garis finis, tetapi juga diajak menyaksikan langsung kondisi masyarakat dan lingkungan di sepanjang rute.

Setibanya di Kantor Camat Tasifeto Barat, peserta disambut sejumlah kegiatan pendukung. Panitia menyediakan pojok promosi UMKM, Bank NTT Corner, pos pemeriksaan kesehatan, serta layanan Samsat Keliling. Kegiatan juga diisi aksi peduli lingkungan melalui penanaman 15 bibit pohon.

Untuk mendukung keselamatan peserta, panitia menyiapkan tiga pos kesehatan dengan jarak masing-masing lima kilometer dan enam pos air minum pada setiap interval 2,5 kilometer. Pengamanan sepanjang rute melibatkan personel Polres dan Polsek, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka dan Belu.

 

HUT NTT Harus Dirasakan Seluruh Daerah

Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan Tour de EnTeTe merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-68 Provinsi NTT. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah kolaborasi untuk menggerakkan potensi ekonomi daerah, mempererat kebersamaan masyarakat, mempromosikan alam dan budaya lokal, serta mendorong aktivitas UMKM melalui transaksi digital.

Gubernur menegaskan bahwa perayaan hari jadi provinsi tidak boleh hanya terasa di Kota Kupang. Seluruh kabupaten dan kota perlu merasakan suasana sekaligus manfaat dari rangkaian kegiatan tersebut.

“HUT NTT harus dirasakan gaungnya, ceritanya, dan manfaatnya oleh seluruh kabupaten/kota di NTT,” jelas Gubernur.

Menurut Gubernur, rangkaian Tour de EnTeTe selanjutnya akan menjangkau Pulau Sumba, Flores, Sabu, Rote, Lembata, dan Alor. Dengan cakupan wilayah tersebut, perayaan HUT NTT diharapkan menjadi ruang kebersamaan sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan potensi masing-masing daerah.

Selain Tour de EnTeTe, Pemerintah Provinsi NTT juga merencanakan Pameran Pembangunan di Kota Kupang pada 12–20 Desember 2026. Kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung di 22 kabupaten/kota pada 17–19 Desember 2026.

Gubernur juga menyampaikan rencana penyelenggaraan lomba lari 10 kilometer dengan target minimal 10.000 peserta. Agenda tersebut menjadi bagian lain dari rangkaian kegiatan olahraga dalam perayaan HUT ke-68 Provinsi NTT.

Melalui Etape I Malaka–Belu, Tour de EnTeTe memulai rangkaian kegiatannya di daratan Timor. Lebih dari sekadar menempuh jarak, kegiatan ini membawa pesan bahwa perayaan provinsi semestinya hadir di tengah masyarakat dan memberi manfaat bagi daerah yang disinggahinya.

Editor: Maria Y. W. Tuda