ID / EN

Penutupan PESONAS II 2026: Jawa Barat Juara Umum, NTT Tempati Posisi Ketiga

Berita Fachri Irgiana Nurhakim 58 dibaca

Penutupan PESONAS II Tahun 2026: Jawa Barat Juara Umum PESONAS II 2026, NTT di Posisi Ketiga

KUPANG — Kontingen Jawa Barat keluar sebagai juara umum Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II 2026 dengan perolehan 59 medali emas, 38 perak, dan 38 perunggu. Sementara itu Kontingen Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menjadi tuan rumah, berada di peringkat ketiga dengan 21 emas, 20 perak, dan 22 perunggu. Posisi kedua ditempati DKI Jakarta dengan 50 emas, 52 perak, dan 54 perunggu.

Hasil tersebut diumumkan Ketua Panitia PESONAS II 2026, Rini Marlina Un, berdasarkan rekapitulasi resmi Pengurus Pusat Special Olympics Indonesia (SOIna) dalam acara penutupan di GOR Flobamora, Kota Kupang, Sabtu malam, 17 Oktober 2026.

Setelah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan NTT, Kalimantan Selatan menempati peringkat keempat dengan 18 emas, 30 perak, dan 35 perunggu. Sumatera Barat melengkapi lima besar dengan 11 emas, 22 perak, dan 7 perunggu.

PESONAS II 2026 diikuti 1.787 atlet, pelatih, dan ofisial yang tergabung dalam 22 kontingen provinsi. Penyelenggaraan ajang ini juga melibatkan keluarga atlet, aparatur sipil negara pendamping, petugas penghubung (liaison officer), relawan, pengemudi, dan tim medis. Dukungan layanan kesehatan diberikan oleh RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, RSKD Naimata, dan RSUD S. K. Lerik Kupang.

Dalam acara penutupan yang berlangsung pukul 19.00–22.00 WITA itu, Wakil Gubernur (Wagub NTT) NTT Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum.  menekankan bahwa keberhasilan atlet tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah medali yang diraih. Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pencapaian dalam olahraga tidak menghapus nilai dan martabat setiap atlet, termasuk mereka yang belum naik podium.

Wagub NTT: Nilai Diri Atlet Lebih Besar dari Medali

“Medali adalah penghargaan atas prestasi, tetapi nilai diri kalian jauh lebih besar dari medali apa pun,” kata Wagub NTT dalam sambutannya.

Ia meminta para atlet yang belum memperoleh medali agar tidak berkecil hati. Menurut dia, keberanian untuk bertanding, pengalaman yang diperoleh, persahabatan yang terjalin, dan kebanggaan karena telah berpartisipasi tetap menjadi bagian berharga dari perjalanan mereka.

“Kalian tidak pulang dengan tangan kosong, tetapi kalian membawa pengalaman, membawa keberanian, membawa persahabatan, dan kebanggaan,” ujarnya.

Pesan itu sejalan dengan semangat PESONAS sebagai ajang olahraga bagi atlet dengan disabilitas intelektual. Selain menjadi ruang kompetisi, ajang ini memberi kesempatan kepada para atlet untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan kepercayaan diri, dan membangun hubungan dengan peserta dari berbagai daerah. Wagub NTT kemudian menutup secara resmi penyelenggaraan PESONAS II 2026.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD NTT Ir. Emelia Julia Nomleni, Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., serta Mindriyati Astiningsih, istri Gubernur NTT sekaligus Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi NTT periode 2025–2030. Hadir pula Ketua TP PKK Sumatera Barat, Sekretaris Daerah NTT Dr. Fransiskus Sales Sodo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah, dan kepala dinas yang membidangi pemuda dan olahraga dari sejumlah daerah.

Perwakilan organisasi penyelenggara dan pendukung juga menghadiri penutupan, antara lain Ketua Umum Pengurus Pusat SOIna Warsito Ellwein, Ketua Pengurus SOIna Provinsi NTT Dr. Petrus Christian Mboeik, perwakilan Lions Club Indonesia, serta para kepala delegasi kontingen.

Tarian dan Kebersamaan Menutup PESONAS II

Penutupan PESONAS II 2026 juga diisi pertunjukan seni yang melibatkan sejumlah kelompok tari. Rangkaian acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya dan Mars SOIna, kemudian dilanjutkan dengan penampilan Sanggar Lapstar Cendana dan tarian Wahtuang.

Setelah pengumuman hasil akhir dan sambutan pejabat, panitia menyerahkan cendera mata berupa kain kepada perwakilan kontingen. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan doa.

Jemmy Dance Academy tampil menjelang akhir acara melalui pertunjukan bertema Negeri Titipan Tuhan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan tarian Bosan Hala yang diikuti para atlet dan panitia.

Bagi para peserta, PESONAS II 2026 di Kupang tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan medali, tetapi juga kesempatan untuk bertemu, berkompetisi, dan menjalin persahabatan dengan atlet dari berbagai provinsi. Di tengah hasil akhir yang menempatkan Jawa Barat sebagai juara umum dan NTT di peringkat ketiga, pesan tentang penghargaan terhadap kemampuan setiap atlet menjadi salah satu penekanan dalam penutupan ajang tersebut.

Editor: Maria Y. W. Tuda