ID / EN

Pemprov NTT Siapkan Tour de Entete 2026 untuk Gerakkan Ekonomi Daerah

Berita Fachri Irgiana Nurhakim 47 dibaca

Tour de Entete direncanakan menempuh total jarak 60 kilometer yang terbagi dalam lima tahap. Tahap pertama dan kedua masing-masing menempuh jarak 15 kilometer, sedangkan tahap ketiga, keempat, dan kelima masing-masing menempuh jarak 10 kilometer.

KUPANG — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mematangkan persiapan penyelenggaraan Tour de Entete 2026. Berbeda dari pelaksanaan tahun sebelumnya yang dikemas sebagai tur bersepeda menyusuri sejumlah wilayah di NTT, tahun ini kegiatan tersebut mengusung konsep jalan kaki dan lomba lari dengan total jarak 60 kilometer.

Persiapan kegiatan dibahas dalam rapat lanjutan di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Minggu, 1 November 2026, pukul 12.30–15.00 WITA. Tour de Entete dirancang menjangkau berbagai wilayah di NTT, sekaligus membuka ruang keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Rapat tersebut dihadiri seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta dua perwakilan pejabat eselon III dari masing-masing perangkat daerah. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari rapat awal yang dipimpin Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Farm., Apt., secara daring melalui Zoom pada Sabtu, 31 Oktober 2026, pukul 20.30–21.30 WITA.

Tour de Entete menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi NTT. Pemerintah provinsi merencanakan sejumlah titik kegiatan yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memasarkan produk. Dengan demikian, kegiatan olahraga ini juga diarahkan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah yang dilalui.

Rangkaian Tour de Entete direncanakan berlangsung secara bertahap mulai November hingga Desember 2026. Wilayah yang menjadi sasaran meliputi daratan Timor, Pulau Sumba, Flores, serta sejumlah pulau lain, yakni Sabu Raijua, Rote Ndao, Lembata, dan Alor. 

Lima Tahap Menjangkau Wilayah N

Tour de Entete direncanakan menempuh total jarak 60 kilometer yang terbagi dalam lima tahap. Tahap pertama dan kedua masing-masing menempuh jarak 15 kilometer, sedangkan tahap ketiga, keempat, dan kelima masing-masing menempuh jarak 10 kilometer.

Tahap pertama dijadwalkan berlangsung pada 4–7 November 2026 di daratan Timor. Rute yang direncanakan mencakup Malaka, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang. Khusus di Kota Kupang, kegiatan pada 7 November akan dikemas dalam bentuk lomba lari malam (night run) sejauh sekitar 10 kilometer.

Tahap kedua berlangsung di Pulau Sumba pada 11–14 November 2026. Kegiatan ini akan menjangkau empat kabupaten, yakni Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Timur.

Selanjutnya, Tour de Entete dijadwalkan menyambangi wilayah Flores pada 18–21 November 2026. Rute yang direncanakan meliputi Manggarai menuju Manggarai Barat, Manggarai Timur menuju Ngada, Nagekeo menuju Ende, serta Flores Timur dan Sikka.

Tahap keempat berlangsung di Sabu Raijua pada 25–26 November dan Rote Ndao pada 27–28 November 2026. Setelah itu, kegiatan berlanjut ke Lembata pada 2–5 Desember dan Alor pada 9–11 Desember 2026 sebagai tahap kelima.

Selain kegiatan jalan kaki dan lomba lari, pemerintah juga merencanakan pemberian hadiah bagi peserta lomba lari. Juara pertama akan memperoleh Rp10 juta, juara kedua Rp7,5 juta, dan juara ketiga Rp5 juta. Peserta yang menempati posisi keempat hingga kesepuluh masing-masing akan memperoleh Rp1 juta.

UMKM Menjadi Bagian dari Kegiatan

Dalam rapat tersebut, Gubernur NTT mengarahkan agar rangkaian perayaan HUT provinsi dapat dirasakan masyarakat secara merata. Pelaksanaan kegiatan tidak hanya dipusatkan di Kota Kupang atau ibu kota kabupaten. Lokasi kegiatan dapat dipilih di wilayah lain yang dinilai strategis dan mampu menjangkau masyarakat lebih luas.

Pelibatan UMKM menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan Tour de Entete. Pemerintah provinsi merencanakan penyediaan ruang bagi pelaku usaha di titik-titik kegiatan. Langkah ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memberi kesempatan kepada pengusaha setempat untuk memasarkan produk, terutama menjelang perayaan Natal.

Selain Tour de Entete, rangkaian kegiatan HUT NTT ke-68 juga direncanakan berlangsung di 22 kabupaten dan kota. Pameran di Kota Kupang dijadwalkan pada 12–20 Desember 2026, sedangkan jadwal pelaksanaan kegiatan di kabupaten dan kota lainnya masih akan dikoordinasikan.

Sejumlah kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat turut disiapkan, antara lain penanaman dan pembagian bibit pohon, pembagian buku, serta bedah rumah.

Dalam rapat itu, Gubernur NTT juga membahas rencana pengembangan program satu kabupaten satu industri dengan stimulus sebesar Rp1 miliar. Pengembangan program tersebut akan disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah, termasuk untuk memperkuat sektor UMKM dan mendorong peningkatan ekonomi lokal.

Kolaborasi untuk Menggerakkan Potensi Daerah

Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Drs. Fransiskus Sales Sodo, mendorong pelibatan pemerintah kabupaten dan kota, komunitas pelari, guru olahraga, badan usaha milik daerah (BUMD), serta unsur masyarakat lainnya dalam menyukseskan Tour de Entete.

Pelibatan berbagai pihak diperlukan agar penyelenggaraan kegiatan dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi setiap daerah. Pemerintah kabupaten dan kota juga diharapkan berkoordinasi dengan panitia serta mengidentifikasi program dan dukungan anggaran yang dapat disinergikan.

Dalam arahannya, Gubernur NTT menegaskan bahwa perayaan HUT NTT harus menjadi milik seluruh masyarakat dan tidak hanya berpusat di Kota Kupang atau ibu kota kabupaten.

“HUT NTT merupakan milik seluruh masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan harus menjangkau berbagai daerah secara merata,” jelas Gubernur.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan Tour de Entete dan pameran HUT NTT ke-68 harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Esensi utama kegiatan Tour de Entete dan pameran HUT NTT ke-68 adalah untuk menggerakkan perekonomian rakyat. Kegiatan ini diharapkan menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pengusaha lokal lainnya,” jelas Gubernur.

Editor: Maria Y. W. Tuda