ID / EN

Tour de EnTeTe Etape I Hari Kedua Rute TTU–TTS, 1.600 Peserta Tempuh Perjalanan Sejauh 10 Kilometer

Berita Fachri Irgiana Nurhakim 98 dibaca

Tour de EnTeTe hari kedua tempuh jarak 10 kilometer, peserta melakukan aksi sosial sepanjang perjalanan.

KUPANG — Sekitar 1.600 peserta mengikuti Jalan Sehat Tour de EnTeTe 2026 Etape I Daratan Timor hari kedua, Kamis, 5 November 2026. Menempuh jarak 10 kilometer dari Desa Oeprigi, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), menuju Desa Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial dan penyerahan bantuan kepada masyarakat. 

Kegiatan yang dimulai pukul 05.15 WITA tersebut dilepas langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Farm., Apt., Turut hadir Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., Penjabat Sekretaris Daerah TTS yang mewakili bupati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) TTU dan TTS, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat dari kedua kabupaten.

Rute perjalanan dimulai dari Kantor Desa Oeprigi, Kecamatan Noemuti, TTU, dan berakhir di Kantor Kecamatan Polen, TTS. Peserta terdiri atas masyarakat, ASN pemerintah provinsi dan kabupaten, personel TNI AD, serta pelajar SMA/SMK. Mereka berjalan dalam kelompok yang masing-masing beranggotakan sekitar 100 orang.

Sepuluh Kilometer, Aksi Sosial hingga Penyerahan Bantuan

Perjalanan dari Oeprigi menuju Polen tidak hanya menjadi kegiatan olahraga. Di sepanjang rute, peserta juga melakukan aksi sosial dengan mengunjungi lima rumah tidak layak huni di Desa Oeprigi, dan lima rumah di Desa Puna. Kegiatan ini membawa peserta lebih dekat dengan kehidupan warga yang tinggal di wilayah yang dilalui.

Sepuluh warga penerima manfaat rumah layak huni yang tercatat dalam kegiatan tersebut berasal dari dua kabupaten. Dari TTU, penerimanya adalah Kanisius B. Nitjano, Adrianus Pulo, Antonia Sone, Lemaskus Nuban, dan Fredik Nubatonis yang berdomisili di Desa Oeprigi, Kecamatan Noemuti. Sementara dari TTS, penerimanya adalah Arto Kamiasi, Yabar Manu, Semli Tunliu, Foktoria Koah, dan Jonathan Sonbae, yang berdomisili di Desa Puna, Kecamatan Polen.

Selama kegiatan berlangsung, panitia menyiapkan fasilitas pendukung untuk menjaga kondisi peserta selama perjalanan. Pos air minum tersedia setiap 2,5 kilometer, sedangkan pos kesehatan disiapkan setiap lima kilometer. Pengamanan dan pelayanan kesehatan sepanjang rute melibatkan personel kepolisian, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (PP), Dinas Kesehatan, serta puskesmas dari Kabupaten TTU dan TTS.

Setibanya di Kantor Kecamatan Polen, peserta mengikuti sejumlah kegiatan lanjutan. Agenda tersebut meliputi peninjauan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penanaman anakan pohon, serta penyerahan bantuan. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT menyerahkan tiga unit cool box sebagai sarana pendukung usaha perikanan. Selain itu, bantuan pendidikan diberikan kepada 10 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA pra sejahtera yang berprestasi. Kegiatan juga diisi dengan pembagian hadiah (doorprize).

HUT NTT dan Potensi Daerah

Tour de EnTeTe 2026 diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi NTT. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk membudayakan olahraga dan mendorong masyarakat hidup sehat, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk mempromosikan potensi alam dan budaya lokal, menggerakkan UMKM melalui transaksi digital, serta mempererat kebersamaan masyarakat.

Dalam sambutannya pelepasan peserta, Gubernur NTT menyampaikan bahwa Tour de EnTeTe merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT provinsi yang dirancang menjangkau berbagai daerah. Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin menghadirkan perayaan yang tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi, tetapi juga dirasakan masyarakat di kabupaten.

Etape kedua di daratan Timor ini melanjutkan perjalanan Tour de EnTeTe setelah kegiatan hari pertama dengan rute Malaka–Belu. Dari Oeprigi hingga Polen, kegiatan tersebut mempertemukan olahraga, kepedulian sosial, dan pengenalan potensi daerah dalam satu rangkaian perjalanan.

Editor: Maria Y. W. Tuda