ID / EN

Tour de EnTeTe Etape I Hari Ketiga Hadirkan Bantuan Pendidikan, Benih, dan Rumah Layak Huni bagi Masyarakat

Berita Fachri Irgiana Nurhakim 41 dibaca

Perputaran ekonomi kegiatan Tour de EnTeTe Etape I hari ketiga diperkirakan mencapai Rp200 juta.

KUPANG — Tour de EnTeTe Etape I hari ketiga di daratan Timor diikuti oleh 7.000an peserta, Jumat (6/11/2026). Pelajar, masyarakat, aparatur sipil negara, hingga komunitas olahraga ikut meramaikan kegiatan jalan sehat 10 kilometer dari Kantor Desa Oebelo, Kabupaten Kupang, dan berakhir di Pantai Lasiana, Kota Kupang. Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Farm., Apt. itu bertujuan untuk membudayakan gaya hidup sehat dengan berolahraga, serta untuk menggerakan roda ekonomi masyarakat, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial, dukungan bagi petani dan pelajar, serta promosi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Jalan sehat dimulai pukul 05.15 WITA setelah rangkaian acara pembukaan di Kantor Desa Oebelo. Selepas acara pembukaan, Pangdam XXVII/Sobe Sonbai Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua melepas peserta bersama sejumlah pejabat yang hadir, di antaranya Wakil Gubernur NTT Dr. Drs. Johanis Asadoma, S.I.K., M.Hum., Ketua DPRD NTT Ir. Emelia Julia Nomleni, Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki, S.Ars., M.Ars., Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., Sekretaris Daerah Provinsi NTT Drs. Fransiskus Sales Sodo, Kapolres Kupang AKBP Adhitya Octoria Putra, S.I.K., serta unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah.

Untuk mendukung kelancaran perjalanan, panitia menyediakan mobil kesehatan yang berjaga mengikuti setiap rombongan dan titik penyediaan air minum. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh petugas Dinas Perhubungan dan kepolisian.

Jalan Sehat Membawa Dampak Sosial Ekonomi

Rute sepanjang 10 kilometer dari Oebelo menuju Pantai Lasiana tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga. Sepanjang perjalanan, Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT, dan unsur Forkopimda turut meninjau sejumlah rumah warga yang membutuhkan bantuan. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyaluran bantuan Rumah Layak Huni bagi masyarakat Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.

Di Kabupaten Kupang, bantuan Rumah Layak Huni diberikan kepada lima penerima manfaat di Desa Oebelo, yakni Cripin Da Costa, Yoson Titus Lae, Faustina Dos Anjos, Natalino Dias Marques, dan Filipe Ximenes.

Sementara itu, lima penerima manfaat di Kota Kupang adalah Margaretha Kay Illu dan Martina Weni dari wilayah TDM, Kecamatan Oebobo; Marselinus Asa dari Kecamatan Oebobo; Yakob Laba dari Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa; serta Alexander Eli Da Silva dari Kelurahan Tuak Daun Merah, Kecamatan Oebobo.

Selain bantuan rumah, pemerintah juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu pada jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain itu, dukungan bagi sektor pertanian juga menjadi bagian dari kegiatan ini. Bantuan diberikan langsung kepada kelompok tani di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Kuis berhadiah, layanan cek kesehatan gratis, pembagian bibit pohon dan tempat sampah, serta senam bersama ikut mengisi rangkaian acara.

UMKM dan Perputaran Ekonomi

Sepanjang rute jalan santai, roda ekonmoi masyarkat ikut terdorong. Peserta dan panitia ikut memberikan dampak langsung kepada pelaku usaha dengan membeli produk setempat. Pantai Lasiana sebagai titik akhir kegiatan menjadi tempat berkumpulnya ribuan peserta sekaligus ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal. 

Kehadiran peserta dalam jumlah besar membuat lapak-lapak UMKM ramai dikunjungi. Makanan dan minuman yang dijual pelaku usaha setempat menjadi salah satu pilihan peserta setelah mengikuti jalan sehat.
Gubernur NTT mengatakan, kegiatan Tour de EnTeTe tidak hanya berorientasi pada olahraga, tetapi juga diarahkan untuk mempromosikan pariwisata dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar berolahraga, tetapi sekaligus promosi pariwisata, pengembangan sektor UMKM, serta penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Gubernur NTT memperkirakan perputaran uang selama kegiatan mencapai sekitar Rp200 juta. Menurutnya, produk lokal seperti kuliner khas NTT, tenun ikat, dan berbagai hasil usaha masyarakat perlu memperoleh ruang promosi dan pemasaran. Dengan demikian, kegiatan berskala besar seperti Tour de EnTeTe dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

“Ketika ribuan peserta berkumpul, harus ada aktivitas ekonomi yang tumbuh di sana. Pelaku UMKM lokal perlu dilibatkan agar kegiatan ini memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan tersebut membutuhkan dukungan pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri, dunia usaha, komunitas olahraga, dan masyarakat.

“Tour de EnTeTe ini bukan hanya kegiatan olahraga, tetapi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kolaborasi seluruh elemen daerah,” katanya.

Melalui kegiatan ini, jalan sehat menjadi lebih dari sekadar aktivitas menempuh jarak 10 kilometer. Rangkaian bantuan bagi warga, dukungan kepada petani dan pelajar, serta keterlibatan UMKM menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kepentingan sosial, ekonomi, dan kebersamaan masyarakat.

Editor: Maria Y. W. Tuda